Posts Tagged ‘Tuhan’

Pekerjaan di Atas

Monday, May 4th, 2009

image061

Entah kenapa peringatan di atas, membuat hati saya melonjak. Bukan gara-gara saya belum pernah melihat tanda seperti itu sebelumnya, tapi gara-gara peringatan itu ada di gereja Katedral Jakarta yang memang sedang melakukan renovasi.

Mungkin cuma pikiran yang terlintas saja dalam benak saya waktu itu, tapi “pekerjaan di atas” memiliki makna lain. “Pekerjaan di atas” bisa diartikan sebagai karya Kerajaan Allah yang ada di dunia ini. Jadi kenapa kita mesti hati-hati?

Ya, kita mesti hati-hati dengan apa yang kita miliki, baik dalam bentuk harta maupun bakat dan talenta, karena masih ada “pekerjaan di atas”. Hati-hati jangan terlalu terikat dengan kepunyaan kita, dan melupakan bahwa ada pekerjaan yang lebih penting. Pekerjaan yang meminta kita turut serta berpartisipasi sebagai individu untuk mewujudkannya.

Jadi, jangan lupa untuk selalu ingat masih ada pekerjaan di atas, dan kita berperan untuk mewujudkannya. Atau jangan-jangan kita sudah lupa?

Sepotong Puzzle Berwarna Hitam

Monday, February 9th, 2009

Sebagian besar dari kita pasti sudah pernah menyusun gambar puzzle. Mulai dari yang cuma 9 potongan sampai yang sudah 10000 potongan. Kalau sudah membuat puzzle yang besar, pasti mulai bingung kalau menemukan potongan-potongan yang warnanya hitam semua atau biru semua yang merupakan bagian dari langit malam atau siang yang cerah. Akan tetapi, kalau misalnya puzzle itu kurang potongan yang itu, maka semuanya terasa tidak pas, bolong dan tidak lengkap.

Rencana Tuhan bisa diibaratkan sebagai sebuah puzzle yang besar dan manusia adalah potongan-potongan dari rencana-Nya.

Berhubung kita hanya potongan puzzle yang tidak mengerti gambar keseluruhan, kita terkadang mengeluh kepada Tuhan dan bilang, “Tuhan, mengapa saya cuma seperti ini? Potongan hitam yang sama seperti yang lain. Kenapa saya tidak spesial?”

Yakinlah bahwa rencana Tuhan tidak akan komplit tanpa diri kita. Sepotong puzzle berwarna hitam yang melengkapi langit malam dan membuat keseluruhan gambar penciptaan sempurna.

Spiritual tapi Tidak Religius

Wednesday, January 7th, 2009

shirin Sebuah pilihan di situs pertemanan membuat saya tertegun. Di kolom agama terdapat pilihan “spiritual but not religious”. Meskipun saya merasa kadang-kadang seperti ini, tapi sebenarnya apa sih artinya?

Spiritual lebih bersifat pribadi,
hubungan khusus dengan yang Maha Tinggi
hubungan yang personal, intim dan mesra

Saat saya berdoa dengan sungguh-sungguh, terkadang saya merasakan bahwa di dunia ini hanya ada saya dan Dia. Biasanya saya yang bercerita dan Dia mendengarkan.

Religius lebih mengarah ke agama,
seberapa sering ke tempat ibadah
menjalankan nasehat yang ada di kitab suci
mendengarkan ceramah pemuka agama

Sejujurnya saya memang bukan orang yang taat beragama. Akan tetapi, salahkah saya kalau misalnya saya merasa dekat dengan Dia, tanpa melalui agama?

written by : shirin