Apakah blog lebih baik daripada buku?
Tuesday, June 10th, 2008Sekali lagi saya mengkontradiksi diri saya sendiri, seperti posting ini vs posting ini. Saya menulis ini sebab saat google reader saya penuh tiap hari senin karena kebanyakan subscribe di berbagai blog, saya tidak bisa berhenti berpikir (meskipun terus membaca), apakah buku lebih menarik daripada blog atau sebaliknya blog lebih menarik daripada buku. Oke, apakah blog lebih menarik daripada buku?
- Kamu bisa melink sebuah posting ke berbagai tempat. Seperti ke sini, ke sini, ke sini dan ke sini. Buku tidak bisa ada linknya, kecuali mungkin e-book. Dengan link, postingan kamu bisa jadi lebih kaya isi bahkan bila hanya dengan postingan yang sederhana.
- Bisa dengan mudah melakukan penyelidikan. Kalau tiba-tiba menemukan istilah yang aneh di blog seperti polyethylene, maka kita bisa dengan mudah mencarinya di internet. Jika kita menemukannya di buku, maka kita harus mencatatnya terlebih dahulu sambil bertanya-tanya dalam hati tentang apa artinya.
- Update dengan cepat termasuk jika kamu melakukan kesalahan. Cukup coret, dan tuliskan updatenya. Jika anda melakukan kesalahan penerjemahan seperti buku freakonomics (menerjemahkan kata sunlight sebagai sabun Sunlight dan bukan cahaya matahari), cukup diralat dengan cepat dan berharap tidak ada orang lain yang sempat melihatnya.
- Kebebasan menulis 1000%. Tidak peduli ada editor, atau penerbit yang tidak suka dengan bagian ini, atau tokohnya harus lebih sopan dan sebagainya. Tulis apapun di blog anda. Sesuka anda. Baik tentang piala eropa, bos di kantor, kelahiran, jeratan TV, pesta blogger 2008. Kebebasan yang bertanggung jawab tentunya.
- Komentar lebih variatif dan berbagai macam, sehingga pemilik blog tahu orang-orang seperti apa yang sudah membaca blognya.
Jadi? Pilih blog nih, atau baca postingan yang ini?




