Feeder Busway Citra Indah, bukan Citra Gran
Monday, November 17th, 2008Kompleks Citra Gran berpromosi bahwa akan ada feeder busway yang bisa menjadi sarana transportasi untuk pulang pergi bagi penghuni yang bekerja di Jakarta. Akan tetapi, masalahnya feeder busway tersebut bukan milik Citra Gran tapi milik Citra Indah.
Lho, bukannya yang penting ada feeder busway? Akan tetapi, bersiap-siaplah untuk tidak kebagian kursi dan harus berdiri selama kurang lebih dua jam sampai ke daerah Komdak. Ini disebabkan begitu sampai ke halte Citra Gran, sudah penuh padahal sudah disediakan juga kursi tambahan (istilahnya “kursi bakso”) untuk mengisi ruang di dalam bis yang bisa diisi.
Bisakah penumpang mengantisipasi hal ini? Masalahnya feeder busway ini juga tidak dapat diprediksi penuh atau tidaknya. Saya dan istri biasa naik jam 5:50, dan biasanya sih dapat tempat duduk yang sewajarnya (bukan kursi baso). Kalau jam 5:30 mungkin agak lebih ramai karena feeder buswaynya mampir dulu ke UKI. Kalau yang 6:05 juga masih bisa dapat kursi, sementara kalau yang jam 6:20, biasanya feeder busway begitu sampai halte Citra Gran sudah full booked, paling tersisa satu atau dua kursi bakso saja.
Bagaimana kalau pulang? Wah, berhubung feeder busway Citra Indah sudah terkenal bisa turun di mana saja, tidak seperti feeder busway Kota wisata. Pada jam-jam pulang, biasanya bakalan penuh sesak karena hampir sama seperti patas (minus musik dari pengamen). Sebaiknya menunggu feedernya jangan di komdak melainkan di ratu plaza, karena di ratu plaza masih sepi.
Jangan lupa baca jadwal feeder busway yang teliti dan datang sebelum waktu yang tercantum, karena kalau busway sudah datang sebelum waktunya, biasanya busway tidak menunggu sampai jamnya, melainkan langsung cabut aja. Akan tetapi, ini jarang terjadi. Lebih sering terjadi kalau feeder buswaynya datang telat (terutama hari sabtu-minggu siang/sore).




