Rindu PadaMu

June 10th, 2009

blog for the spiritual side of me..

rindupadamu.wordpress.com

Bookmark and Share

Finally Realise Something…

June 3rd, 2009

Menimbang…

  1. Terlalu banyak ide yang berseliweran yang tidak cukup dimasukkan dalam tag-tag yang tersedia.
  2. Terlalu beragam tema dan gaya untuk sebuah blog saja.
  3. Sibuk bermain travian.

Memutuskan…

  1. Tidak akan terlalu sering mengupdate blog ini lagi.
  2. Mempertahankan domain dan hosting selama harganya masih masuk akal.

iquit-741982

Bookmark and Share

Pekerjaan di Atas

May 4th, 2009

image061

Entah kenapa peringatan di atas, membuat hati saya melonjak. Bukan gara-gara saya belum pernah melihat tanda seperti itu sebelumnya, tapi gara-gara peringatan itu ada di gereja Katedral Jakarta yang memang sedang melakukan renovasi.

Mungkin cuma pikiran yang terlintas saja dalam benak saya waktu itu, tapi “pekerjaan di atas” memiliki makna lain. “Pekerjaan di atas” bisa diartikan sebagai karya Kerajaan Allah yang ada di dunia ini. Jadi kenapa kita mesti hati-hati?

Ya, kita mesti hati-hati dengan apa yang kita miliki, baik dalam bentuk harta maupun bakat dan talenta, karena masih ada “pekerjaan di atas”. Hati-hati jangan terlalu terikat dengan kepunyaan kita, dan melupakan bahwa ada pekerjaan yang lebih penting. Pekerjaan yang meminta kita turut serta berpartisipasi sebagai individu untuk mewujudkannya.

Jadi, jangan lupa untuk selalu ingat masih ada pekerjaan di atas, dan kita berperan untuk mewujudkannya. Atau jangan-jangan kita sudah lupa?

Bookmark and Share

Media tidak mengerti Google

April 28th, 2009

Search Google :

Penganiayaan Manohara Pinot :    21100 results

Penganiayaan TKI :   72200 results

Lalu kenapa lebih banyak berita tentang penganiayaan Manohara Pinot di Televisi daripada berita tentang penganiayaan TKI?

Bookmark and Share

Five People You Meet in The Hague

April 27th, 2009


Semua berawal dari percakapan sederhana.

Me : Jadi hari ini ngapain aja?
Teman yang belajar di Belanda : Maen tenis sama Sergei dari pagi.

Tiba-tiba, saya merasa iri hati. Saya ingin banget punya teman bernama Sergei. Satu-satunya orang yang saya ketahui namanya berbau Rusia adalah Dimitri dan dia orang Jawa asli. Yang lain?  Beberapa teman yangbernama Adi ada lima orang, Sari empat orang, dan Dono ada tiga orang.

Apa artinya sebuah nama? Tapi bagi saya nama bisa mencerminkan kira-kira asalmu dari mana.  Jarang ada yang menyangka Papadopulous sebagai orang Afrika, atau Mbeki sebagai orang Jepang. Nama itu unik di setiap negara meskipun mungkin tidak unik di negara itu. Mengerti?

Saya bertanya lagi ke teman saya itu.

Me : Kamu punya kenalan dari banyak negara yah?
Teman yang belajar di Belanda : Iya, ada yang dari Jepang, Serbia, Afrika Selatan, Italia…

Bukan saya yang kuper, lho. Teman saya juga banyak. Kebanyakan memiliki nama Indonesia yang normal, beberapa tidak normal. Saya juga punya beberapa sahabat pena yang dulu kalau tidak malas, saya tulis email ke mereka. Ada yang dari Yunani, Austria, dan Amerika Serikat. Namun, seperti biasa dengan hubungan long distance yang lainnya, jarak dan waktu makin lama makin memperjarang kontak kami. Lagipula, sehebat apapun seseorang menulis cerita, tetap saja tidak bisa mengalahkan ngobrol-ngobrol santai di sebuah kafe. Itulah interaksi yang lebih akrab, dan lebih personal.

Tiba-tiba, saya bermimpi dengan mata terbuka. Meminjam buku Mitch Albom, judul mimpi saya adalah Five People You Meet in The Hague. The Hague adalah kota yang merupakan pusat pemerintahan negara Belanda atau sering disebut juga Den Haag.

Like several flowers grow in the same pot

Like several flowers grow in the same pot

Pertama-tama, saya bertemu dengan Sateesh Kumar. Dia orang India yang belajar mikrobiologi. Dengan aksennya yang khas, dia bercerita tentang kotanya Mumbai, yang membuat saya teringat kisah tentang Jamal Malik di Slumdog Millionaire. Dia mengajari saya aturan kriket dengan sejelas-jelasnya dan mengajak saya bermain dengan teman-temannya.

Lalu, di sebuah pusat perbelanjaan, saya bertemu dengan Callista Nunes, mahasiswi desain grafis.  Saya membantunya menjinjing barang belanjaannya. Dalam perjalanan menuju mobilnya, kami membahas tentang peluang Argentina di bawah Maradona. Sebelum naik ke mobilnya, dia memaksa saya ikut kelas dansa tango di mana dia jadi instrukturnya.

Entah darimana datangnya, saya mendengar ada yang memanggil nama saya. Saya menoleh ke belakang dan melihat Patrick Abunya berlari-lari menghampiri saya. Dia terlihat senang karena baru saja menerima paket berisi buku karangan Chimamanda Ngozi Adichie dari kedua orang tuanya di Nigeria. Patrick adalah penerima beasiswa kedokteran. Arah perjalanan kami sama, jadi dia mendampingi aku berjalan.

Di tengah perjalanan, Patrick dan saya bertemu Rania Kirilenko. Dia mengundang kami berdua untuk mencicipi makanan khas Ukraina yang dia persiapkan untuk makan malam nanti, chicken kiev dan varenyky. Kami menyetujui ajakannya, karena Rania sedang belajar menjadi chef di sebuah hotel.

Saat saya hendak membuka pintu apartemen saya, pundak saya ditepuk dari belakang oleh Lila, tetangga saya yang asli Belanda. Dia bertanya tentang hari saya dan saya bilang menyenangkan. Kamu senang studi di Belanda, tanyanya lagi. Saya hanya mengangguk. Kemudian dia bercerita tentang harinya mengunjungi Madurodam.

Ah, betapa saya menginginkan studi di Belanda. Saya berharap akan bertemu dan berkenalan dengan orang dari berbagai negara. Saya akan mendengarkan cerita dan kisah mereka, sambil saya akan menceritakan kisah saya sendiri, kisah tentang Indonesia. Tentang bagaimana sedapnya peuyeum, gudeg, dan rujak cingur. Tentang indahnya sungai Kapuas, pantai Kuta dan gunung Bromo. Cerita mengenai keharuman bunga melati, dan keindahan burung cendrawasih.

Saya akan mengajari mereka tari Saman (dalam mimpi ini saya bisa melakukannya), mementaskan drama Romeo dan Juliet dengan menggunakan wayang kulit, dan membentuk ensambel angklung yang memainkan lagu Umbrellanya Rihanna.

Saya, Sateesh, Callista, Patrick, Rania, dan Lila sama-sama merupakan warga dunia. Meskipun kami berasal dari tempat-tempat yang berbeda, tapi ada yang menghubungkan kami. Kisah-kisah yang kami ceritakan dengan mata berbinar-binar.  Kami menghidupkan pengalaman yang telah kami lalui di kota kelahiran kami masing-masing.  Kami berbeda tapi kami satu. Kami warga dunia.

Saat tersadar, entah kenapa saya bersenandung lagu dari  Changcuters,

Ku berkelana ke negara sepak bola
Bukan Italia, bukan juga Argentina
Wohoo.. Wohooo..
The Hague.. The Hague..
Ingin ku ke sana
The Hague.. The Hague..
Studi di Belanda

Thanks to Ang Siau Fang for the lovely picture above.

ps : Kalau tidak kesampaian studi di Belanda, mungkin saya bisa memberi nama anak saya nantinya Sergei dan bermain tenis dengannya.

Bookmark and Share

Magabut Employee on Rise

April 20th, 2009

todolist

Bookmark and Share

Yang mengamen dan yang diamen..

April 16th, 2009

pengamen

Tips-tips buat pengamen di Bus Patas :

  • Jangan diforsir suaranya, cukup 4 sampai 5 lagu.
  • Lagu disesuaikan dengan jangkauan suaranya, jangan melengking-lengking (di american idol juga dibilang, Song Choice, Song Choice, and Song Choice)
  • Buat kesan. Waktu itu seorang bapak tua, dan nyanyi, “You have my heart and we’ll never be a world apart. Ella..ella…eh, eh…” Impressive.
  • Kalau udah penuh (ada yang berdiri) jangan maksa nyanyi.
  • Sudahlah, gak usah basa-basi, “Mohon maaf, kalau kami mengganggu.” Mengganggu atau tidak tergantung suasana hati penumpang.
Bookmark and Share

Ponds = Golput juga?

April 7th, 2009

golput

Bookmark and Share